Tahun 2008

Peristiwa
yang terjadi pada tahun 2008 adalah krisis ekonomi global. Peristiwa ini di
awali oleh krisis keuangan di negara Amerika Serikat. Masalah utamanya yaitu
penggunaan kredit subprima yang digunakan oleh masyarakat yang tidak memenuhi
persyaratan kredit seperti masyarakat yang memiliki latarbelakang kredit yang
buruk hal tersebutlah yang menyebabkan banyaknya keterlambatan pembayaran
kredit kepada perusahaan-perusahaan finansial penyedia kredit. Hal ini juga
menyebabkan perusahaan-perusahaan finansial menjual hak tagih kreditnya kepada perusahaan
lain. Lalu perusahaan-perusahaan tersebut 
membuat produk derivatif seperti collateralized debt obligations (CDO)
dan credit default swap (CDS) yang berisiko tinggi namun menarik. Produk
derivatif tersebut banyak menarik lembaga keuangan dari seluruh dunia untuk
membelinya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Masalah selanjutnya
datang dari perusahaan finansial yang meyediakan kredit yaitu Lehman Brother
dan yang lainnya mengalami kebangkrutan karena tidak dapat membayar
hutang-hutang mereka. Kebangkrutan perusahaan-perusahaan tersebut juga
mengakibatkan perusahaan derivatif yang menjual produk derivatif mereka juga
merugi dan terancam bangkrut dan juga membuat kerugian pada pemegang aset
tersebut.

Krisis ini
merambat ke seluruh dunia karena menyebabkan turunnya tingkat konsumsi
masyarakat Amerika Serikat yang di kenal sebagai konsumer terbesar
produk-produk dari seluruh dunia. Turunnya daya beli tersebut menyebabkan
volume impor Amerika Serikat dan volume ekspor dari negara produsen yang di
konsumsi oleh masyarakat Amerika Serikat turun drastis. Karena perekonomian di
dunia ini saling terhubunng satu sama lain, krisis ekonomi Amerika Serikat
semakin mrambat menjadi krisis ekonomi global.

Dampaknya di
Indonesia adalah turunnya nilai tukar rupiah yang menyebabkan turunnya
permintaan ekspor bagi indonesia dan karena itu juga investor-investor asing
menarik investasinya di Indonesia yang menyebabkan terganggunya pembangunan ekonomi
dan perusahaan-perusahaan menjadi tidak berdaya karena tidak adanya dana dan
negara lah yang harus menanggung hutang-hutang tersebut.

 

Tahun 2011

Krisis Eropa
pada tahun 2011 berawal dari jatuhnya perekonomian negara anggota Uni Eropa
yang dipicu oleh meningkatnya rasio hutang dan defisit anggaran, sehigga
menurunnya tingkat pembayaran defisit yang menyebabkan perlambatan dan juga
penurunan perekonomian negara anggota Uni Eropa. Krisis ini diperparah karena
kurangnya upaya oleh Dewan Ekonomi Eropa dan  lembaga hutang yang terus menerus memberikan
hutang pada negara-negara tersebut yang membuat mereka kesusahan untuk membayar
hutang tersebut dan malah berakibat menimbulkan kerugian besar bagi keduanya. Krisis
hutang ini jika makin parah maka dan makinn meluas maka akan mengakibatkan
krisis ekonomi global yang kedua setelah tahun 2008.